Halaman

Senin, 18 Maret 2013

Sujudku

Tuhanku.....
Dalam sujudku
Ku sebut asmamu
Wahai pemilik pikiran ku

Dalam untaian doa
Kuteriakan semua harapan
Dalam putaran tasbih meroda
Kuteriakan kata cinta pada mu

Walau hidupku kelabu
Seperti tiada bahagia bergeming
Tiada pelangi terlentang
Namun sujudku adalah bukti aku cinta padamu
Yaaa tuhanku.....

Sejarah cintaku

Mengingat kenangan yang lama
Yang telah kita jalani berdua
Dengan suka dan canda tawa
Selalu bersama mengarungi dunia

Saling berbagi cinta dan cerita
Mendamba impian di atas bumi
Bermimpi menyusuri pelangi
Selalu bersama dalam suka dan duka

Maafkan aku kasihku
Bila waktu telah memanggilku
Dan mungkin semua kenangan itu
Menjadi ukiran sejarah kelabu

Untaianku

Dibukit hijau nan indah itu
Terukir sejarah yang pilu
Kau pergi meninggalkanku
Hanya untuk beberapa waktu

Hari perpisahan
Hari dimana air mata jatuh
Hari dimana aku berada dalam kepasrahan
Menerima semua cobaan yang tuhan berikan

Rindu yang kuuntai dalam tasbih
Yang berputar laksana waktu
Tetap terus ku untai tanpa letih
Walau merajam dalam hatiku

Oh... intan didasar lautan ....

Minggu, 17 Maret 2013

Pertemuan

Di pagi hari yang cerah
Ku berjalan sepi sepanjang dipatiukur
Menikmati alam parahyangan
Untuk mengukir kisah di hari libur

Tiba tiba sesorot mata melihatku
Dengan tatapan setajam intan
Tak kusangka ialah arjuna hatiku
Yang meninggalkanku di dasar lautan

Hanya kebisuan menyelimuti
Diam tanpa kata dalam pertemuan
Terlintas kenangan tanpa bukti
Yang mengkisahkan percintaan di hari perpisahan

Setegar Karang

Wahai bunga jiwaku
Harusnya kau tau cintaku
Harusnya kau tau isi hatiku
Yang utuh selamanya untukmu

Oh kasihku.....
Inginku habiskan umurku bersama
Suka duka kita jalani bersama
Walau badai telah menerjang
Namun cintaku setegar karang



Terbang

Berdiri ditengah malam
Menatap indahnya alam
Dan meratapi hidup yang kelam
Yang tergores batu pualam

Dan aku coba terbang ke awang
Menggapai cintamu yang hilang
Namun sayapku terbakar bintang
Lalu ku terjatuh kedasar jurang

Raga ku hancur penuh luka
Tertusuk pedang yang tajam
Yang kudapat hanya tabu belaka
Dan aku tertelan aku di perut malam

Menunggu

Membara dalam ilusi
Merambah dalam dimensi
Terpenjara jeruji besi
Yang berada di ujung bumi

Kian waktu tlah berlalu
Dirimu selalu yang kutunggu
Yang bermata tajam sekilau intan
Yang Membebaskanku dari belenggu

Dan kian waktu berlalu
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
Walau seribu abad aku harus kutunggu
Menunggumu dalam bayang ilusi yang membelengguku

Dinamika Hidup

Hidup ini adalah torsi
Yang menari dalam rotasi
Dan karena adanya gravitasi
Yang berujung di perut bumi

Terbawa gaya yang bekerja
Dalam lintasan tertentu
Dengan kecepatan yang dinamis
Dan menyebabkan perbedaan

Penantian

Jauh di hati selalu kusimpan
Mawar yang kau titipkan
Sebagai tanda percintaan
Di suatu hari perpisahan

Roda waktu telah kutunggu
Menanti kau mempersuntingku
Dan sungai pun telah membeku
Menanti dalam lingkaran waktu

Namun ku tak tahu
Kau pergi bersama dirinya
Dan mawar telah layu
Dihamparan panasnya dunia

Cinta Dalam Harapan

Saat ku lihat
Rona mata yang mengkilat
Bagai mutiara dilautan
Yang indah sekemilau intan

Indahnya biru lautan
Yang berselimut balutan awan
Dan terlukis keindahan
Dan kusadar inilah harapan