Sabtu, 20 Juli 2013
Arwah
Saat ku berjalan
Lewati kehidupan
Dan kulintasi lautan
Yang berkemilau intan
Aku tersesat dalam gelap
Di malam yang gemerlap
Dan wahai burung alap alap
Yang memberitakan kata maaf
Ku telah hilang
Dalam keindahan dunia gemilang
Dan ku berdiri
Dalam harapan yang kunanti
Tertusuk tulang rusuk
Yang telah membusuk
Dan merasuk
Pada jiwa yang membesuk
Senin, 18 Maret 2013
Sujudku
Tuhanku.....
Dalam sujudku
Ku sebut asmamu
Wahai pemilik pikiran ku
Dalam untaian doa
Kuteriakan semua harapan
Dalam putaran tasbih meroda
Kuteriakan kata cinta pada mu
Walau hidupku kelabu
Seperti tiada bahagia bergeming
Tiada pelangi terlentang
Namun sujudku adalah bukti aku cinta padamu
Yaaa tuhanku.....
Sejarah cintaku
Mengingat kenangan yang lama
Yang telah kita jalani berdua
Dengan suka dan canda tawa
Selalu bersama mengarungi dunia
Saling berbagi cinta dan cerita
Mendamba impian di atas bumi
Bermimpi menyusuri pelangi
Selalu bersama dalam suka dan duka
Maafkan aku kasihku
Bila waktu telah memanggilku
Dan mungkin semua kenangan itu
Menjadi ukiran sejarah kelabu
Untaianku
Dibukit hijau nan indah itu
Terukir sejarah yang pilu
Kau pergi meninggalkanku
Hanya untuk beberapa waktu
Hari perpisahan
Hari dimana air mata jatuh
Hari dimana aku berada dalam kepasrahan
Menerima semua cobaan yang tuhan berikan
Rindu yang kuuntai dalam tasbih
Yang berputar laksana waktu
Tetap terus ku untai tanpa letih
Walau merajam dalam hatiku
Oh... intan didasar lautan ....
Minggu, 17 Maret 2013
Pertemuan
Di pagi hari yang cerah
Ku berjalan sepi sepanjang dipatiukur
Menikmati alam parahyangan
Untuk mengukir kisah di hari libur
Tiba tiba sesorot mata melihatku
Dengan tatapan setajam intan
Tak kusangka ialah arjuna hatiku
Yang meninggalkanku di dasar lautan
Hanya kebisuan menyelimuti
Diam tanpa kata dalam pertemuan
Terlintas kenangan tanpa bukti
Yang mengkisahkan percintaan di hari perpisahan
Setegar Karang
Wahai bunga jiwaku
Harusnya kau tau cintaku
Harusnya kau tau isi hatiku
Yang utuh selamanya untukmu
Oh kasihku.....
Inginku habiskan umurku bersama
Suka duka kita jalani bersama
Walau badai telah menerjang
Namun cintaku setegar karang
Terbang
Berdiri ditengah malam
Menatap indahnya alam
Dan meratapi hidup yang kelam
Yang tergores batu pualam
Dan aku coba terbang ke awang
Menggapai cintamu yang hilang
Namun sayapku terbakar bintang
Lalu ku terjatuh kedasar jurang
Raga ku hancur penuh luka
Tertusuk pedang yang tajam
Yang kudapat hanya tabu belaka
Dan aku tertelan aku di perut malam