Apakah aku masih ditemani mentari
Apakah lautan masih luas untuk ku arungi
Apa Jaya Wijaya masih tinggi untuk ku daki
Seindah senandung lagu yang amat merdu
Yang bergemerlap di dalam kalbu
Namun semua itu untaian tabu
Wahai adam
Ku tahu bahwa bunga mawar itu miliknya
Dalam genggamanya yang erat
Dalam hatinya yang terdalam
Aku tahu
Bahwa aku tak sempurna
Bahwa aku tak seperti yang kau minta
Bahwa aku tak menjamin kau bahagia
Namun percayalah
Bahwa mentari tak meninggalkanmu disini
Aku tak sebijaksana siti khadijah
Aku tak secantik siti aisyah
Aku tak sesalihah siti fatimah
Namun percayalah karena Allah
Tuhanku.....
Dalam sujudku
Ku sebut asmamu
Wahai pemilik pikiran ku
Dalam untaian doa
Kuteriakan semua harapan
Dalam putaran tasbih meroda
Kuteriakan kata cinta pada mu
Walau hidupku kelabu
Seperti tiada bahagia bergeming
Tiada pelangi terlentang
Namun sujudku adalah bukti aku cinta padamu
Yaaa tuhanku.....
Mengingat kenangan yang lama
Yang telah kita jalani berdua
Dengan suka dan canda tawa
Selalu bersama mengarungi dunia
Saling berbagi cinta dan cerita
Mendamba impian di atas bumi
Bermimpi menyusuri pelangi
Selalu bersama dalam suka dan duka
Maafkan aku kasihku
Bila waktu telah memanggilku
Dan mungkin semua kenangan itu
Menjadi ukiran sejarah kelabu
Dibukit hijau nan indah itu
Terukir sejarah yang pilu
Kau pergi meninggalkanku
Hanya untuk beberapa waktu
Hari perpisahan
Hari dimana air mata jatuh
Hari dimana aku berada dalam kepasrahan
Menerima semua cobaan yang tuhan berikan
Rindu yang kuuntai dalam tasbih
Yang berputar laksana waktu
Tetap terus ku untai tanpa letih
Walau merajam dalam hatiku
Oh... intan didasar lautan ....