Halaman

Kamis, 05 Juni 2014

Kegagalanku

maafkanlah aku wahai diriku
yang selalu mendustakanmu
walau raga terbujur kaku
kala hati bergelimang nafsu

maafkanlah aku wahai ayahku
ku tak mampu menjadi anakmu
yang kau panjatkan disetiap doamu
dan ku tak mampu seperti itu

maafkanlah aku wahai ibu
ku tak bisa membanggakanmu
meski ku coba bertahun tahun lalu
aku hanya benalu yang membuatmu malu

maafkanlah aku wahai kakakku
inilah kepribadianku
yang membuat engkau pilu
melihat aku tak seperti engkau mau...




Wahai Muhammad

ya muhammad
Sebelum sosokmu hijrah ke Madinah…
Kau ukir sejarah sebait kisah…
tentang perjalanan yang sangat indah

membentang jauh palestina dari al haram
kau lewati hanya separuh malam 
menerima perintah  untuk umat islam
wahai muhammad rahmat seluruh alam

engkau lihat beberapa keajaiban
engkau lihat surga dan neraka
bertemu para nabi dan malaikat
itulah mujizatmu wahai muhammad

melesatlah engkau ke sidrathul muntaha
bertemu Allah yang maha kuasa
menerima perintah Shalat
sehari semalam tujuhbelas rakaat

perjalanan mu itu...
yang telah menyelamatkan jutaan umatmu
Dari kegelapan zaman biadab itu
Yang kau ubah beribu tahun lalu

Hatimu bagaikan intan
Namun berada didasar lautan
Bercahaya menjadi penerangan
Namun tak menyilaukan pandangan




Hidupku Tabu

rajam hidup ini mungkin tak dapat ku lalui
lemparan batu tak henti henti
sepedih kisah mengukir sejarah
sejarah tentang sungai air mata

apakah ini hukuman dari tuhan ?
yang membunuhku secara perlahan
terpenjaraku dalam lamunan tabu
berangan angan dilautan semu

 




 

Selasa, 14 Januari 2014

Tentang Muhammad

Sedih ku lihat saksi bisu
Atas pengorbanan besarmu
Dan akan kebesaran cintamu
Pada umatmu ...

Pilu terasa ku lihat sejarahmu
Kau begitu ikhlas menolongku
Dari kegelapan zaman biadab itu
Yang kau ubah beribu tahun lalu

Hatimu bagaikan intan
Namun berada didasar lautan
Bercahaya menjadi penerangan
Namun tak menyilaukan pandangan

Maulid Nabi

Shalawat bergema
Dari dunia hingga ujung surga
Terus menguntai bagaikan roda
Indahnya suara hingga ku terlena

Air mata kebahagiaan
Mengalir tak terhingga
Dikala rosul telah tiba
Ia akan menuntun dunia
Kejalan dan ridhanya

Muhammad......

Aku Rindu Ibu

Wahai merpati yang hendak pergi
Bawalah suratku pada ibu
Ku takut ia menanti
Karena awan telah berubah kelabu

Janganlah takut wahai ibu
Aku pulang setelah satu windu
Untuk menebus rasa rinduku
Dan untuk membalas semua jasamu

Ibu.......

Sia-sia

Apalah arti rindu
Bila semua itu untaian tabu
Apalah arti menunggu
Bila hanya harapan palsu

Semua yang kuuntai
Semua yang kucari
Semua itu .............
Guguran daun di jalanan