lelah aku berkata padamu
tentang seutas kisah
yang kutulis diatas kertas
apakah harus kubisikan pada angin
agar kau mengerti
mengertilah .....
kau memakan waktuku
hanya untuk memikirkanmu
namun kau anggap aku hanya angin lalu
yang berlalu dan tak pernah kau ingat
Sabtu, 30 Agustus 2014
Seandainya Engkau Tahu
ku hanya benalu
dan mungkin angin lalu
hanya untuk mengisi sedikit hidupmu
dan mungkin aku sampah bagimu
walau wajahku tersiram malu
namun izinkan aku memelukmu
sekali dalam hidupku
walau itu tabu ...
dan mungkin angin lalu
hanya untuk mengisi sedikit hidupmu
dan mungkin aku sampah bagimu
walau wajahku tersiram malu
namun izinkan aku memelukmu
sekali dalam hidupku
walau itu tabu ...
Kamis, 05 Juni 2014
Kegagalanku
maafkanlah aku wahai diriku
yang selalu mendustakanmu
walau raga terbujur kaku
kala hati bergelimang nafsu
maafkanlah aku wahai ayahku
ku tak mampu menjadi anakmu
yang kau panjatkan disetiap doamu
dan ku tak mampu seperti itu
maafkanlah aku wahai ibu
ku tak bisa membanggakanmu
meski ku coba bertahun tahun lalu
aku hanya benalu yang membuatmu malu
maafkanlah aku wahai kakakku
inilah kepribadianku
yang membuat engkau pilu
melihat aku tak seperti engkau mau...
yang selalu mendustakanmu
walau raga terbujur kaku
kala hati bergelimang nafsu
maafkanlah aku wahai ayahku
ku tak mampu menjadi anakmu
yang kau panjatkan disetiap doamu
dan ku tak mampu seperti itu
maafkanlah aku wahai ibu
ku tak bisa membanggakanmu
meski ku coba bertahun tahun lalu
aku hanya benalu yang membuatmu malu
maafkanlah aku wahai kakakku
inilah kepribadianku
yang membuat engkau pilu
melihat aku tak seperti engkau mau...
Wahai Muhammad
ya muhammad
Sebelum sosokmu hijrah ke Madinah…
Kau ukir sejarah sebait kisah…
tentang perjalanan yang sangat indah
membentang jauh palestina dari al haram
kau lewati hanya separuh malam
menerima perintah untuk umat islam
wahai muhammad rahmat seluruh alam
engkau lihat beberapa keajaiban
engkau lihat surga dan neraka
bertemu para nabi dan malaikat
itulah mujizatmu wahai muhammad
melesatlah engkau ke sidrathul muntaha
bertemu Allah yang maha kuasa
menerima perintah Shalat
sehari semalam tujuhbelas rakaat
perjalanan mu itu...
yang telah menyelamatkan jutaan umatmu
Dari kegelapan zaman biadab itu
Yang kau ubah beribu tahun lalu
Hatimu bagaikan intan
Namun berada didasar lautan
Bercahaya menjadi penerangan
Namun tak menyilaukan pandangan
Namun berada didasar lautan
Bercahaya menjadi penerangan
Namun tak menyilaukan pandangan
Hidupku Tabu
rajam hidup ini mungkin tak dapat ku lalui
lemparan batu tak henti henti
sepedih kisah mengukir sejarah
sejarah tentang sungai air mata
apakah ini hukuman dari tuhan ?
yang membunuhku secara perlahan
terpenjaraku dalam lamunan tabu
berangan angan dilautan semu
lemparan batu tak henti henti
sepedih kisah mengukir sejarah
sejarah tentang sungai air mata
apakah ini hukuman dari tuhan ?
yang membunuhku secara perlahan
terpenjaraku dalam lamunan tabu
berangan angan dilautan semu
Selasa, 14 Januari 2014
Tentang Muhammad
Sedih ku lihat saksi bisu
Atas pengorbanan besarmu
Dan akan kebesaran cintamu
Pada umatmu ...
Pilu terasa ku lihat sejarahmu
Kau begitu ikhlas menolongku
Dari kegelapan zaman biadab itu
Yang kau ubah beribu tahun lalu
Hatimu bagaikan intan
Namun berada didasar lautan
Bercahaya menjadi penerangan
Namun tak menyilaukan pandangan
Maulid Nabi
Shalawat bergema
Dari dunia hingga ujung surga
Terus menguntai bagaikan roda
Indahnya suara hingga ku terlena
Air mata kebahagiaan
Mengalir tak terhingga
Dikala rosul telah tiba
Ia akan menuntun dunia
Kejalan dan ridhanya
Muhammad......
Langganan:
Postingan (Atom)